JAKARTA, ariefafrizal.wordpress.com – Terus berulangnya pelecehan seksual terhadap penumpang perempuan di dalam bus Transjakarta hingga bulan Mei 2012, menurut sejumlah pihak, membuktikan adanya masalah dalam operasional angkutan massal kebanggaan warga ibu kota tersebut. Apabila tidak segera dilakukan pembenahan, peristiwa semacam ini dipastikan kembali terjadi. Akibatnya, citra Busway sebagai angkutan yang aman dan nyaman akan rusak dan masyarakat tidak ada lagi yang mau naik bus Transjakarta.

Masalah pada Busway, salah satunya disebabkan jumlah armada yang masih kurang. Sehingga penumpang yang diangkut melebihi kapasitas yang ada. Keadaan inilah yang berpotensi besar memicu terjadinya kasus pelecehan seksual. Pihak Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta selama ini memang telah menempatkan petugas di dalam Busway. Namun karena jumlah penumpang yang sangat padat, membuat keberadaan petugas ini tidak efektif. Kasus pelecehan ini bukan sekali-dua kali terjadi. Berarti memang ada yang salah dengan pengoperasian Busway.

Kapasitas Busway seharusnya hanya bisa mengangkut 80 hingga 85 penumpang saja. Namun pada kenyataanya jumlah penumpang selalu lebih dari itu. Bahkan ada busway yang diisi lebih dari 100 orang. Akibatnya saling desak di dalam bus tidak terhindarkan. Harusnya petugas Transjakarta lebih tegas menerapkan peraturan. Jangan terus menumpuk penumpang, padahal bus telah penuh sesak.

Pelecehan maupun kejahatan lainya terhadap penumpang Busway seharusnya tidak terjadi. Apabila seluruh armada Busway bisa beroperasi dengan baik. Saat ini armada Busway yang dimiliki Pemprov DKI banyak yang rusak. Akibatnya terjadi kekurangan armada dan penumpukan penumpang. Kalau perawatan yang dilakukan baik, dan seluruh bus beroperasi normal, maka tidak akan ada penumpukan penumpang dan pelecehan.  Serta kejahatan lain di dalam Busway bisa dicegah.

Para penumpang Busway khususnya perempuan, menyesalkan kembali terjadinya pelecehan seksual terhadap kaum perempuan. Padahal selama ini pihak dari BLU Trans Jakarta selalu berupaya melakukan pengamanan yang baik kepada para penumpang. Selain itu, imbauan agar penumpang perempuan berdiri atau duduk secara berkelompok dengan sesama perempuan juga selalu dilakukan. Hal tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap aksi pelecehan.

Terkait penumpang Busway yang melebihi kapasitas, sudah seharusnya menjadi perhatian dari pihak BLU Trans Jakarta. Yaitu dengan menerapkan peraturan tegas dengan membatasi jumlah penumpang hanya 85 orang saja. Namun, terkadang penumpang sendiri yang tidak tertib dan nekat menerobos petugas. Padahal petugas sudah melarang mereka untuk masuk ke dalam Busway. Penumpang Busway khususnya wanita, lebih meningkatkan kewaspadaan. Apabila melihat ada kejanggalan, seperti ada penumpang pria yang memegang atau melakukan tindakan tidak terpuji lainya untuk segera berteriak. Dengan berteriak petugas akan segera mengetahui dan memberikan pertolongan. (Arief Afrizal dan Alsulthany)